Sehari setelah teloran kedua atau sebulan kemudian (baca
tulisan
di sini),
merpati balap sudah bisa
berlatih di halaman atau lapangan. Namun bila pasangan betina belum bertelor,
disarankan tidak langsung mencoba si jantan berlatih. Karena keduanya pasti
belum ngeket. Jika dipaksa berlatih, si jantan bakal kabur.
Umumnya waktu latihan dipilih sesudah
merpati balap dijemur, sekitar
pukul 11 siang. Latihan itu dimulai dengan menyiapkan 2 kandang kecil.
Msing-masing kandang dipisahkan 5-10 meter. Mauskkan kedua merpati balap ke
dalam kandang, Si jantan kemudian dibiarkan lepas sesaat untuk beradaptasi dan
kemudian menghampiri betina.
Mintalah salah satu perawat untuk kembali membawa si jantan
ke kandang lagi. Si jantan dapat digoda kembali. Caranya kelepakan betina
sampai sayapnya mengembang penuh. Jika giring, si jantan akan terbang kembali
mendatangi betina. Latihan ini dilakukan 1-2 hari dengan frekuensi 4-5 kali.
Bila si jantan semakin giring, biasanya setelah teloran
ke-3, jarak terbang ditambah sekitar 20-50 meter. Beberapa penangkar memilih
langsung 20-50 meter. Hal ini dapat dilakukan asal si burung cerdas. Latihan
ini diberikan selama 3-4 hari dengan frekuensi antara 2-5 kali.
TERBANG LURUS
Tujuan terbang pendek jarak 5-1- meter atau 20-50 meter agar
si burung mampu terbang lurus. Bila tidak, si jantan akan terbang ke atas,
berputar-putar dulu sebelum hingga di betina.
Cara lain agar peluang burung terbang lurus semakin besar,
sang joki perlahan-lahan mundur teratur sampai jarak tertentu. Contoh jarak
awal pelepas dan joki 10 meter, saat si jantan mulai dilepas, sang joki sudah
berjarak sekitar 15 meter.
Pada latihan itu posisi si joki menangkap burung tidak boleh
sembarangan. Ia harus jongkok supaya burung terbiasa terbang lurus dan rendah
sekitar 2-3 meter dari tanah. Usahakan merpati ditangkap di tanah bukan hinggap
di tangan. Jika sejak awal dilatih ditangkap di tangan dengan posisi si joki
berdiri, si merpati akan terbang lebih tinggi lagi. Dampaknya di lomba sang
joki akan menangkap merpati dengan cara menjambret atau populer dengan sebutan
barongsai.
Namun seringkali kesalahan fatal dilakukan oleh joki.
Misalnya tangan kiri yang akan menangkap posisinya di atas betina. Akibatnya
pandangan si jantan akan terhalang sehingga mengurangi kecepatan terbang. ia
terlihat ragu-ragu untuk mendarat. Lebih baik posisi tangan kiri ada di
belakang tangan kanan.
POLA TERBANG
Jika merpati mampu terbang lurus, jarak latihan ditambah
lagi sampai 200-400 meter. Saat itu karakter burung sudah terlihat. Hal itu
tampak saat bertemu lawan tanding. Ia bisa memukul dari atas atau zigzag
mengganggu lawan. Ada pula yang cenderung mengusir lawan dengan cara
mengepak sayap. Kebiasaan itu memang sifat bawaan yang tidak bisa dilatih.
Setiap merpati balap memang mempunyai pola terbang yang
berbeda. Pola itu berpengaruh pada kecepatan terbang si merpati. Ada 4 pola
umum yang dimiliki merpati balap. Namun pemakaian pola ini tergantung sifat
bawaan si merpati.
1. Terbang datar lurus ke depan
Pola ini paling disukai joki. Banyak merpati balap handal
memiliki cara terbang ini. Kekuatan otot sayap merupakan kuncinya. Ia harus
kuat lantaran tridak memanfaatkan gratvitasi bumi sebagai bantuan. Jika otot
tidak prima, merpati balap akan kehabisan tenaga dan napas.
2. Terbang menurun kemudian mendatar lurus ke depan
Pola ini menghasilkan kecepatan yang lebih rendah karena
perlu waktu untuk menukik sesaat. Cara ini baru efektif dipakai pada lintasan
pendek yang mengandalkan keseimbangan badan, reflek sayap dan ekor.
3. Terbang zigzag.
Pola ini jarang dipakai oleh merpati balap lantaran butuh
keseimbangan dan refleks tinggi. Cara terbang ini memanfaatkan sudut zigzag
untuk memperkecil tekanan angin ketika terbang melawan angin.
4. Terbang melambung dan meluncur ke bawah
Pola ini serupa cara elang memburu mangsa. Tenaga lebih
sedikit dikeluarkan. Pasalnya, luncuran awal terbantu oleh gravitasi bumi. Pakem
ini mampu mengimbangi terbang datar lurus pada lintasan panjang. Namun tidak
efisien pada lintasan pendek lantara ada waktu terbuang ketika melambung.
sumber : http://omkicau.com/2009/12/17/pelatihan-awal-merpati-balap-sprint-pola-terbang/